Why Should Islam #YukNgaji Tentang Mafahim Kehidupan

Why Should Islam? Alhamdulillah hari sabtu kemarin tanggal 24 Dzulkaidah 1437 / 28 Aug 2016 diberi kesempatan untuk mengikuti acara dari FAST yang merupakan follow up dari komunitas #yukngaji.

photo734901791366424534

Pertemuan pertama ini membahas tentang mafahim kehidupan, jadi intinya membahas tentang konsep kehidupan. Banyak materi-materi baru yang disampaikan dan semua informasi itu benar-benar membuka mata saya. (sebelumnya merem)

Ya, sebelumnya bener-bener merem terhadap nasib umat muslim di dunia. Negara kita yang mayoritas muslim, namun kenapa banyak terjadi masalah-masalah yang bisa dikatakan juga banyak sekali kejahilan. Kenapa?

Wah, bener-bener saya sendiri nggak bisa jawab. Masa sebelum kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diceritakan mengalami hal yang hampir serupa. Lalu apa solusinya? Solusi sebenarnya sudah bisa dijawab, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memecahkan masalah-masalah tersebut. Tinggal kita saja, mengikuti cara beliu atau tetap seperti ini. Pilihan kita sebagai umat beliau.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,” (Ar Raad : 11).

Pertemuan pertama ini membahas tentang bagaimana konsep kehidupan seseorang berasal. Bahwa segala sesuatu itu bersumber dari informasi yang menghasilkan pemikiran lalu terciptalah keyakinan. Disinilah yang disebut Ranah Aqliyah.

Kemudian dari keyakinan tersebut munculah tindakan-tindakan yang menghasilkan habits dan pada akhirnya menghasilkan konsep hidup. Tahap ini disebut rahah nafsiah.

Dijelaskan juga tentang 3 ideologi yang terdapat saat ini.

  1. Islam
  2. Kapitalisme yang menghasilkan liberalisme, pluralisme dan demokrasi
  3. Sosialisme yang menghasilkan atteisme, komunis dan diktaktor

Pertanyaannya, negara kita Indonesia ini mengikuti ideologi mana? Kenapa bisa seperti ini?

Mafahim kehidupan bisa kita lihat dari beberapa hal.

  1. Lingkungan
  2. Jalan Pikir
  3. Gerak-gerik
  4. Tutur Kata
  5. Penampilan
  6. Antusiasme

Pada akhir pertemuan kami diberi “PR” untuk mengikuti program “Positive habist of the week”. Apa saja itu?

  • Batasi TV/Internet untuk info ilmu dan pahala
  • Berhenti ber-ghibah
  • Hafalan QS Ali Imran (3) : 110